JAKARTA - Saat kamu sedang berkaca, perhatikan area dahi, apakah dahimu berkerut? Ternyata kerut di dahi bukan hanya akibat skincare atau kosmetik. Kerutan di dahi jadi penanda risiko penyakit jantung.
Dokter dan Edukator Anti Aging Clarin Hayes mengungkapkan, kerut di dahi bisa jadi penanda problem kesehatan yang lebih dalam.
Lewat Instagram pribadinya ia mengatakan, “Berdasarkan studi ESC Congress 2018 di Munich mengikuti 3200 orang dewasa usia 32, 42, 52, dan 62 tahun, selama 20 tahun, mengatakan orang yang punya kerut dahi dengan wrinkle skor 2-3 punya risiko meninggal akibat sakit jantung 10 kali lebih tinggi dibanding mereka yang enggak, yaitu skor nol,” ujarnya.
Studi lain menunjukkan, lanjutnya, orang dengan skor intrinsik skin aging yang lebih besar punya risiko penyakit degeneratif dan kardiovaskular yang lebih tinggi. Hubungannya kulit dan dinding pembuluh darah kamu punya komponen yang sama, yaitu kolagen.
“Gaya hidup yang tak sehat bisa mempercepat kerusakan kolagen di seluruh tubuh. Kerutnya terlihat di muka, yang bahaya hilangnya kolagen di arteri. Dinding pembuluh darah jadi kaku, elastisitas menurun, hipertensi dan risiko penyakit jantung jadi meningkat,” ucapnya.
Lalu, imbuhnya, oksidatif stres dan inflamasi yang tinggi. Di kulit merusak kolagen, di jantung merusak pembuluh darah, hanya tak terlihat saja. “Kemudian, pembuluh darah di dahi itu sangat kecil dan sensitif terhadap plak. Jadi kerut di dahi bukan penyebab penyakit jantung tapi dia refleksi dari kesehatan arteri,” katanya.
“Solusinya, gaya hidup sehat dari sekarang. Jadi buat yang masih muda tapi kerut sudah dalam, cek tekanan darah dan kolesterol kamu ya,” tutur dr. Clarin.
(Agustina Wulandari )