DISFUNGSI ereksi selama ini kerap dianggap sebagai masalah yang hanya dialami pria berusia lanjut. Padahal, kondisi ini juga bisa terjadi pada pria muda.
Apalagi, jika pria muda tersebut memiliki gaya hidup yang kurang sehat, mereka wajib lebih waspada. Sebab, ada fakta menarik yang diungkap dokter.
Dokter Kulit dari RS Columbia Hospital Pulomas, dr. Radema Maradong Ayu Pranata, Sp.DVE, mengatakan anggapan bahwa kebiasaan khas cowok perkotaan seperti sering duduk seharian di depan laptop, malas bergerak, merokok, vaping, dan sering begadang tidak ada hubungannya dengan disfungsi ereksi merupakan sebuah mitos.
Dokter dan pakar kesehatan menyebut bahwa berbagai kebiasaan tersebut justru dapat meningkatkan risiko gangguan ereksi sejak usia muda. Pasalnya, fungsi ereksi sangat bergantung pada kesehatan pembuluh darah, keseimbangan hormon, serta kondisi fisik dan mental seseorang.
"Ada banget hubungannya ngerokok dengan disfungsi ereksi. Begadang, ada rokok dan minum, itu kacau lagi," ujar dr. Dema.
Merokok menjadi salah satu faktor yang paling sering dikaitkan dengan disfungsi ereksi. Kandungan nikotin dan berbagai zat kimia lainnya dapat merusak pembuluh darah serta menghambat aliran darah ke penis. Akibatnya, kemampuan untuk mencapai dan mempertahankan ereksi dapat terganggu.
Hal serupa juga berlaku pada penggunaan rokok elektronik atau vaping. Meski sering dianggap lebih aman dibandingkan rokok konvensional, vaping tetap mengandung nikotin yang dapat berdampak pada kesehatan pembuluh darah dan fungsi seksual pria.
Gaya hidup sedentari atau terlalu banyak duduk juga dapat memengaruhi kesehatan seksual. Aktivitas yang minim membuat tubuh lebih rentan mengalami obesitas, gangguan metabolisme, diabetes, hingga penyakit jantung yang semuanya merupakan faktor risiko disfungsi ereksi.