JAKARTA - Parfum kini tidak lagi dipandang sekadar pelengkap penampilan. Di kalangan Generasi Z dan Generasi Alpha, wewangian semakin sering digunakan sebagai sarana untuk mengekspresikan identitas, suasana hati, hingga karakter diri dalam aktivitas sehari-hari.
Perubahan tren tersebut menjadi salah satu topik yang dibahas dalam sebuah diskusi yang melibatkan pembuat konten, pengamat gaya hidup, dan komunitas pencinta parfum di Jakarta Selatan. Dalam forum tersebut, dibahas bagaimana pilihan aroma kini memiliki keterkaitan erat dengan gaya hidup dan kebutuhan generasi muda.
Berbeda dengan generasi sebelumnya yang umumnya menggunakan parfum untuk menunjang penampilan formal, generasi muda saat ini cenderung memilih aroma berdasarkan aktivitas, suasana hati, dan citra diri yang ingin ditampilkan.
Mobilitas yang tinggi, mulai dari kegiatan pendidikan, pekerjaan, hingga interaksi sosial, membuat kebutuhan terhadap wewangian semakin beragam. Tidak sedikit anak muda yang memiliki lebih dari satu jenis parfum untuk digunakan pada kesempatan yang berbeda.
Pengamat tren gaya hidup menilai fenomena ini menunjukkan adanya perubahan cara pandang terhadap produk kecantikan dan perawatan diri. Wewangian kini menjadi bagian dari personal branding yang membantu seseorang membangun kesan tertentu di lingkungan sosialnya.
Selain itu, perkembangan industri parfum lokal turut mendorong munculnya berbagai pilihan aroma yang lebih beragam. Konsumen muda kini memiliki akses terhadap produk dengan karakter wangi yang berbeda-beda, mulai dari aroma manis, buah-buahan, floral, hingga citrus yang segar.
Pentingnya relevansi wewangian dengan rutinitas pengguna turut ditekankan oleh Brand Marketing Manager Bizarre dari PT Citra Alam Aromindo, Granito Arighi P. Saat berdiskusi dengan para kreator konten, ia menyoroti bahwa setiap individu memiliki cara unik untuk tampil percaya diri.
"Setiap anak muda punya vibe yang berbeda. Karena itu, melalui Sweetie Vibes Series, kami ingin menghadirkan parfum harian yang bisa dipilih sesuai mood, aktivitas, dan karakter masing-masing pengguna. Aromanya dibuat menyenangkan, mudah dipakai, namun tetap memiliki kesan yang berkelas," ungkapnya.
Tren tersebut juga menunjukkan bahwa konsumen tidak hanya mempertimbangkan kualitas aroma, tetapi juga mencari produk yang mampu merepresentasikan kepribadian mereka. Aroma yang dipilih sering kali disesuaikan dengan karakter yang ingin ditonjolkan, seperti ceria, elegan, santai, atau percaya diri.
Di tengah perkembangan industri kecantikan dan gaya hidup, fenomena ini menjadi bukti bahwa parfum telah berkembang menjadi bagian dari ekspresi diri generasi muda. Bagi banyak orang, pilihan aroma bukan lagi sekadar soal wangi, melainkan cara untuk menunjukkan identitas dan membangun rasa percaya diri dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)