JAKARTA - Parfum kini tidak lagi dipandang sekadar pelengkap penampilan. Di kalangan Generasi Z dan Generasi Alpha, wewangian semakin sering digunakan sebagai sarana untuk mengekspresikan identitas, suasana hati, hingga karakter diri dalam aktivitas sehari-hari.
Perubahan tren tersebut menjadi salah satu topik yang dibahas dalam sebuah diskusi yang melibatkan pembuat konten, pengamat gaya hidup, dan komunitas pencinta parfum di Jakarta Selatan. Dalam forum tersebut, dibahas bagaimana pilihan aroma kini memiliki keterkaitan erat dengan gaya hidup dan kebutuhan generasi muda.
Berbeda dengan generasi sebelumnya yang umumnya menggunakan parfum untuk menunjang penampilan formal, generasi muda saat ini cenderung memilih aroma berdasarkan aktivitas, suasana hati, dan citra diri yang ingin ditampilkan.
Mobilitas yang tinggi, mulai dari kegiatan pendidikan, pekerjaan, hingga interaksi sosial, membuat kebutuhan terhadap wewangian semakin beragam. Tidak sedikit anak muda yang memiliki lebih dari satu jenis parfum untuk digunakan pada kesempatan yang berbeda.
Pengamat tren gaya hidup menilai fenomena ini menunjukkan adanya perubahan cara pandang terhadap produk kecantikan dan perawatan diri. Wewangian kini menjadi bagian dari personal branding yang membantu seseorang membangun kesan tertentu di lingkungan sosialnya.