Menurut dr. Tirta, kondisi tersebut terjadi karena tubuh terus berada dalam mode siaga akibat aktivasi sistem saraf yang berhubungan dengan respons stres.
“Kenapa bisa begitu? Ketika kita kurang tidur, sistem saraf kita akan masuk ke respons fight or flight. Jadi tubuh terus siaga seolah-olah sedang menghadapi tekanan atau stres,” ujarnya.
Akibatnya, tekanan darah cenderung meningkat dan dalam jangka panjang dapat memicu hipertensi kronis. Kondisi ini kerap ditemukan pada orang yang terbiasa begadang.
“Tekanan darah akan naik, jantung berdebar lebih kencang, sehingga risiko hipertensi kronis meningkat. Makanya orang yang rutin begadang biasanya tekanan darah sistoliknya sedikit di atas normal, sekitar 130 sampai 140 mmHg,” tutur dr. Tirta.
Ia juga menjelaskan bahwa kurang tidur dapat mengganggu keseimbangan hormon dalam tubuh. Hormon ghrelin yang memicu rasa lapar akan meningkat, sementara sensitivitas insulin menurun sehingga meningkatkan risiko gangguan metabolisme.