Kombinasi berbagai faktor tersebut dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dari waktu ke waktu.
Salah satu temuan yang paling menarik dalam penelitian ini adalah besarnya pengaruh tekanan finansial terhadap kesehatan jantung. Hubungannya dinilai sebanding, bahkan dalam beberapa kasus lebih besar dibanding faktor risiko klasik seperti tekanan darah tinggi, diabetes, dan merokok.
Meski demikian, para ahli menegaskan bahwa tekanan finansial bukan satu-satunya penyebab penyakit jantung. Faktor ini bekerja bersama berbagai faktor risiko lain sehingga dapat memperbesar kemungkinan seseorang mengalami gangguan kardiovaskular.
Peneliti menekankan bahwa mengalami tekanan ekonomi bukan berarti seseorang pasti akan terkena penyakit jantung. Risiko kesehatan tetap dapat ditekan melalui berbagai langkah pencegahan.
Menjaga pola makan sehat, rutin berolahraga, tidak merokok, menjaga berat badan ideal, serta mengontrol tekanan darah, kolesterol, dan gula darah tetap menjadi cara utama untuk melindungi kesehatan jantung.