Dr. Henry menjelaskan bahwa aktivitas fisik untuk lansia tidak cukup hanya berupa jalan kaki atau olahraga kardio ringan. Lansia juga tetap membutuhkan latihan beban sesuai kemampuan dan kondisi masing-masing.
Latihan kardio dan latihan kekuatan disebut memiliki peran yang sama penting untuk menjaga kebugaran tubuh di usia lanjut. Justru kurangnya aktivitas fisik bisa membuat seseorang lebih rentan mengalami berbagai penyakit degeneratif hingga harus bergantung pada pengobatan jangka panjang.
“Jalan pagi itu pun hanya kardio lambat. Masih ada lagi kardio cepat, masih ada lagi latihan beban minimal berapa kali seminggu,” jelasnya.
“Anda tuh diobati, tidak disembuhkan. Jadi jelas bedanya. Kalau Anda minum obat terus, semua obat ada efek samping,” tambahnya.
Karena itu, dr. Henry mengimbau masyarakat, termasuk lansia, untuk tidak takut berolahraga. Ia pun mengimbau masyarakat untuk mulai membangun massa otot melalui latihan yang aman dan sesuai rekomendasi tenaga medis.
“Jadi seperti yang disampaikan dokter sebelumnya, cari penyebabnya, bukan hanya dikasih penghilang rasa sakit. Kalau hanya penghilang rasa sakit, nanti pasti kembali lagi,” pungkasnya.
(Djanti Virantika)