"Kita perlu lebih banyak mengedukasi masyarakat secara ilmiah mengenai dampak merokok terhadap tubuh. Orang dididik untuk mengerti dampak fisiologis daripada merokok terhadap paru, terhadap organ tubuh itu apa," ujarnya.
Menanggapi tren penggunaan rokok elektronik dan vape di kalangan anak muda, Wamenkes menegaskan bahwa produk tersebut tidak bisa dianggap lebih aman dibandingkan rokok konvensional. Menurutnya, kandungan nikotin dan aerosol pada rokok elektronik tetap berpotensi menyebabkan peradangan saluran pernapasan, mengganggu fungsi alveoli paru, serta meningkatkan risiko kerusakan paru dalam jangka panjang.
"Kerusakannya sama dengan merokok, enggak ada bedanya. Dampaknya terhadap kerusakan paru maka fungsi paru kita pasti akan menurun," tegasnya.
Melalui kampanye ini, Wamenkes Benny juga mengajak generasi muda menjadikan kesehatan sebagai modal utama untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045. Ia meyakini edukasi yang tepat dapat membantu anak-anak dan remaja memahami risiko merokok sehingga mampu mengambil keputusan yang lebih sehat.
"Kalau kalian ingin berprestasi, siapa sih yang enggak ingin hidup sehat? Saya yakin generasi muda kita akan menjadi generasi emas di tahun 2045. Mereka harus peduli bahwa kesehatan itu sangat penting karena mereka calon pemimpin masa depan," tuturnya.