Maka dari itu, dr. Gia menyarankan agar anak-anak muda mulai memperhatikan kesehatan dan kondisi tulang mereka sejak dini guna mencegah osteoporosis di masa tua. Salah satu caranya seperti mengonsumsi vitamin D melalui berbagai hal, contohnya susu pasteurisasi atau susu minim proses.
“Pilih susu yang minim proses, misalnya susu pasteurisasi. Perhatikan juga kandungannya, pilih yang tinggi kalsium, mengandung vitamin D, dan punya banyak nutrisi pendukung lain yang dibutuhkan tubuh setiap hari,” tutur dia.
Kendati demikian, ia mengingatkan agar tidak sembarang membeli susu pasteurisasi. Ia menegaskan agar masyarakat juga memperhatikan komposisi dalam susu tersebut. Sebab, tidak semua susu pasteurisasi memiliki kandungan vitamin D.
“Pastikan kandungannya lengkap karena setiap susu memang komposisi gizinya berbeda-beda. Ada susu yang tinggi kalsium saja, ada yang dilengkapi vitamin D, ada juga yang belum tentu punya keduanya dalam jumlah ideal,” beber dr. Gia.
Selain vitamin D, alangkah baiknya juga susu yang dipilih untuk menguatkan tulang mengandung vitamin tambahan seperti B kompleks, B9 dan B12.
“Kandungan ini berperan mendukung fungsi saraf dan kesehatan otak. Jadi, menjaga tulang harus dimulai dari sekarang. Karena tulang yang kita bangun hari ini akan menemani kita bergerak sepanjang hidup kita,” pungkas dia.
(Djanti Virantika)