Pemerintah sendiri telah menjalankan berbagai program pencegahan, mulai dari imunisasi Hepatitis B bagi tenaga kesehatan, pemberian terapi untuk mencegah penularan Hepatitis B dari ibu ke bayi, hingga pelaksanaan skrining kesehatan melalui program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Budi menyebutkan, sekitar 70 juta masyarakat telah mengikuti skrining kesehatan pada tahun lalu. Tahun ini, jumlah tersebut ditargetkan meningkat menjadi 136 juta orang.
“Target WHO itu 90 persen Hepatitis harus ditemukan dan 80 persen ditata laksana. Indonesia masih jauh dari target itu,” kata Budi.
Selain memperluas cakupan skrining, pemerintah juga terus mendorong edukasi mengenai pola makan sehat melalui program Nutri-Rapor. Program ini bertujuan membantu masyarakat mengurangi konsumsi gula, garam, dan lemak berlebih yang dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis, termasuk gangguan hati.
“Yang kita kejar adalah apa yang bisa dilakukan secara promotif dan preventif supaya penyakit tidak berkembang menjadi lebih berat,” ujarnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)