“Itu secara teorinya, yang lebih dianjurkan seperti itu. Kalau rendang, kurang lebih 2-3 potong yang kecil,” lanjutnya.
Meski demikian, dr. Rendra menegaskan bahwa kebutuhan setiap orang tidak bisa disamaratakan. Faktor seperti usia, aktivitas fisik, kondisi kesehatan, hingga pola makan sehari-hari turut memengaruhi kemampuan tubuh dalam mengolah asupan daging.
Karena itu, ada orang yang bisa mengonsumsi daging dalam jumlah cukup banyak tanpa mengalami keluhan, sementara sebagian lainnya lebih sensitif terhadap konsumsi makanan tinggi lemak dan protein.
“Tapi kalau untuk porsi individu untuk menimbulkan gejala sebenarnya sangat relative artinya berbeda-beda. Makanya ada orang yang bisa mukbang, tapi enggak ada gejala apa-apa,” jelas dr. Rendra.
Selain memperhatikan jumlah, masyarakat juga disarankan memperhatikan cara pengolahan daging. Penggunaan santan berlebihan, garam, gula, maupun jeroan dalam jumlah banyak dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan dibandingkan daging itu sendiri. Karena itu, mengonsumsi daging secukupnya dan mengimbanginya dengan sayur, buah, serta air putih tetap menjadi kunci agar tetap sehat selama perayaan Idul Adha.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)