dr. Rendra menegaskan bahwa faktor yang lebih berpengaruh terhadap kesehatan bukan hanya jenis daging yang dikonsumsi. Hal terpenting diperhatikan adalah jumlah atau porsi makan yang dikonsumsi seseorang.
“Lagi-lagi porsi sama takarannya yang bermain ya. Jadi kalau balibul makannya 10, kambing senior cuma 3, ya lebih bagus makan kambing senior karena cuma 3 tusuk,” jelas dr. Rendra.
Konsumsi makanan berlebihan, meskipun berasal dari daging kambing muda, memang tetap dapat meningkatkan asupan lemak dan kolesterol dalam tubuh. Sebaliknya, mengonsumsi daging dalam jumlah wajar akan lebih baik dibandingkan makan berlebihan hanya karena menganggap jenis tertentu lebih sehat.
Selain memperhatikan porsi, cara pengolahan juga menjadi faktor penting. Penggunaan santan berlebihan, jeroan, atau tambahan lemak saat memasak dapat meningkatkan kandungan lemak jenuh dalam makanan yang dikonsumsi.
(Djanti Virantika)