Mengenal PCOS, Penyakit yang Wajib Diwaspadai saat Haid Tidak Teratur

Djanti Virantika, Jurnalis
Jum'at 29 Mei 2026 07:05 WIB
Mengenal PCOS. (Foto: Freepik)
Share :

SINDROM Ovarium Polikistik atau Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) adalah gangguan hormonal yang cukup umum pada perempuan usia reproduksi. Namun, penyakit ini sering tidak terdiagnosis.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan PCOS dapat memengaruhi sekitar 10–13% perempuan di seluruh dunia. Namun, hingga 70% penderitanya, tidak menyadari bahwa mereka memiliki kondisi ini.

1. Penyebab dan Gejala PCOS

Dilansir dari laman WHO, PCOS terjadi ketika keseimbangan hormon terganggu, terutama meningkatnya kadar androgen (hormon laki-laki) pada perempuan. Kondisi ini dapat menyebabkan berbagai gangguan, mulai dari siklus menstruasi yang tidak teratur, kesulitan hamil, hingga perubahan fisik seperti jerawat, kulit berminyak, dan pertumbuhan rambut berlebih di wajah atau tubuh.

Gejala PCOS sangat bervariasi pada setiap individu. Namun beberapa tanda yang paling umum meliputi menstruasi tidak teratur, jarang, atau bahkan tidak terjadi. Kemudian, seseorang kesulitan untuk hamil atau infertilitas.

Pertumbuhan rambut berlebih di wajah atau tubuh, rambut rontok atau kebotakan pola perempuan, serta jerawat dan kulit berminyak juga jadi tanda PCOS. Selain itu, PCOS juga dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan jangka panjang seperti diabetes tipe 2, tekanan darah tinggi, obesitas, kolesterol tinggi, hingga penyakit kardiovaskular.

2. Dampak PCOS terhadap Kesehatan dan Mental

PCOS tidak hanya berdampak pada fisik, tetapi juga dapat memengaruhi kesehatan mental. Banyak penderita mengalami kecemasan, depresi, gangguan makan, hingga masalah citra tubuh akibat perubahan hormon dan gejala yang muncul.

Dalam jangka panjang, PCOS juga dapat memengaruhi kesuburan karena gangguan ovulasi merupakan salah satu penyebab utama infertilitas pada perempuan di seluruh dunia.

 

3. Penyebab Belum Diketahui, tapi Faktor Risiko Ada

Hingga kini, penyebab pasti PCOS belum diketahui. Namun faktor genetik diduga berperan, terutama jika ada riwayat keluarga dengan PCOS atau diabetes tipe 2. Selain itu, faktor gaya hidup dan kondisi metabolik juga dapat memperburuk gejala.

PCOS biasanya didiagnosis jika seseorang mengalami setidaknya dua dari tiga kondisi. Pertama, kadar androgen tinggi atau tanda fisik seperti jerawat dan pertumbuhan rambut berlebih.

Kedua, siklus menstruasi tidak teratur atau tidak terjadi ovulasi. Ketiga, gambaran ovarium polikistik pada pemeriksaan USG.

Meski tidak ada obat yang dapat menyembuhkan PCOS secara total, gejalanya dapat dikendalikan melalui perubahan gaya hidup, obat hormonal, serta terapi kesuburan bila diperlukan. Pola hidup sehat seperti menjaga pola makan seimbang dan rutin berolahraga menjadi bagian penting dalam pengelolaan PCOS. Dalam beberapa kasus, dokter juga dapat memberikan terapi hormonal atau obat untuk membantu mengatur siklus menstruasi dan mengurangi gejala.

(Djanti Virantika)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya