Pada kondisi tersebut, sistem pencernaan perlu bekerja lebih keras untuk mengolah makanan berlemak dan tinggi protein, sehingga memicu keluhan seperti nyeri perut, perut kembung, hingga rasa panas di ulu hati.
Daging yang tidak dimasak matang atau disimpan dengan cara yang kurang higienis berisiko terkontaminasi bakteri seperti Salmonella, E. coli, atau Listeria.
Keracunan makanan akibat konsumsi daging dapat menyebabkan sakit perut, diare, mual, hingga muntah. Gejala bisa muncul beberapa jam hingga beberapa hari setelah makanan dikonsumsi.
Keluhan perut setelah makan daging tidak selalu berasal dari makanannya. Beberapa penyakit lain, seperti flu atau infeksi virus tertentu, juga dapat memicu gangguan pencernaan berupa mual, muntah, atau perut tidak nyaman.
Karena itu, penting memperhatikan kondisi tubuh secara keseluruhan jika keluhan sering muncul setelah makan.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)