“Jadi, kalau habis Idul Adha banyak yang masuk rumah sakit karena kolesterol tinggi atau tekanan darah tinggi, yang salah bukan si kambing,” katanya.
Menurutnya, peningkatan risiko kolesterol dan tekanan darah lebih dipengaruhi oleh proses memasak dan bahan tambahan yang digunakan dalam hidangan berbahan daging kambing.
Ia mencontohkan penggunaan santan berlebihan, jeroan, garam, hingga gula dalam masakan seperti gulai dan tongseng dapat meningkatkan kandungan lemak dan kalori secara signifikan.
“Yang salah adalah cara masaknya. Kambingnya sebenarnya sudah sehat, tetapi ditambah santan banyak, jeroan, garam berlebihan, dan gula yang tinggi,” tambahnya.
Budi juga mengingatkan masyarakat untuk tetap memperhatikan pola makan seimbang selama perayaan Idul Adha dengan membatasi konsumsi makanan berlemak, memperbanyak sayur dan buah, serta tetap aktif bergerak.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)