Jangan Cuma Ukur Suhu! Ini Tanda Anak Demam Harus Segera Dibawa ke Dokter

Niko Prayoga , Jurnalis
Rabu 27 Mei 2026 09:05 WIB
Anak demam. (Foto: Freepik)
Share :

DEMAM pada anak sering membuat orang tua panik, apalagi jika suhu tubuhnya terus meningkat. Namun, sebenarnya bukan hanya angka suhu yang perlu diperhatikan.

Ada beberapa gejala lain yang justru bisa menjadi tanda kondisi lebih serius dan membutuhkan penanganan medis segera. Karena itu, orangtua penting untuk mengenali tanda bahaya saat anak demam agar tidak terlambat membawa si kecil ke dokter.

1. Anak Demam

Dokter spesialis anak sekaligus influencer kesehatan anak, dr. Lucky Yogasatria dalam unggahan video di akun Instagram pribadinya mengatakan, orangtua terkadang panik dan overthinking saat anak demam. Banyak orangtua yang menginginkan suhu tubuh anak turins secara cepat agar demam cepat hilang.

“Saya tahu anak demam begitu termometer menunjukkan 38,5, 39,5, 40, kepala Ibu langsung ramai. Harus turun sekarang, nanti kejang atau enggak, ini bahaya atau enggak? Sini-sini, dengerin dulu biar parenting-nya enggak over tinggi,” kata dr. Lucky, dikutip Rabu (27/5/2026).

dr. Lucky menyebut, suhu tubuh yang tinggi saat anak demam bukan menjadi indikator utama penyakit yang dirasakan. Namun, demam bisa menjadi indikator respon tubuh anak terhadap sesuatu penyakit seperti infeksi virus dan lain sebagainya.

“Sebenarnya demam itu adalah alarm tubuh. Tanda bahwa tubuh itu sedang merespon sesuatu. Bisa kena infeksi virus, bisa kena batuk pilek, radang tenggorokan, HFMD, DBD, ISK, atau penyebab lainnya,” ucap dia.

2. Alarm Tubuh

dr. Lucky menjelaskan bahwa saat anak demam bukan alarm tubuh atau suhu badan yang diutamakan untuk turun. Namun, apa penyebab dari demam itu yang harus diselidiki oleh para orangtua.

Maka dari itu, pemberian obat demam juga seharusnya diberikan ketika anak mengalami demam dengan kondisi lainnya seperti tidak nyaman, rewel, susah makan dan minum atau nafas yang terasa sesak.

“Obat demam itu diberikan terutama kalau anaknya tidak nyaman, rewel sekali, nyeri, sulit istirahat atau jadi sulit minum. Nah, kalau demamnya membuat anak tetap bisa minum, masih responsif, nafasnya nyaman dan tidak tanda bahaya lainnya, kita bisa lebih tenang sambil observasi,” jelas dr. Lucky.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya