BANYAK orang masih percaya bahwa katarak bisa sembuh hanya dengan obat tetes mata atau pengobatan biasa. Hal itu pun dibantah keras oleh dokter.
Satu-satunya cara mengatasi katarak adalah melalui tindakan operasi. Penanganan serius dari tim medis penting dilakukan.
Hal ini disampaikan Dokter Spesialis Mata, dr. Nina Asrini Noor, SpM, dalam media briefing bertajuk Investasi Penglihatan Hari Ini Demi Hidup Berkualitas di Masa Depan yang digelar Jakarta Eye Center (JEC) pada Rabu (20/5/2026). Menurut dr. Nina, katarak terjadi ketika lensa mata yang semula bening berubah menjadi keruh hingga kecokelatan.
Akibatnya, penglihatan malah menjadi buram. Tak hanya itu, kualitas hidup perlahan bahkan bisa menurun.
“Kalau katarak tentu obatnya cuma satu, yaitu operasi. Nggak ada lagi namanya bukan operasi, dengan obat tetes atau apa, itu sebenarnya tidak ada,” kata dr. Nina, Rabu (20/5/2026).
dr. Nina menjelaskan, banyak orang salah memahami kondisi “buram” pada mata. Ternyata, katarak tidak selalu membuat penglihatan langsung hilang total.
Namun, gejalanya bisa mulai dari penurunan kontras. Selain itu, pandangan menjadi lebih gelap atau suram.
“Yang tadinya melihat semuanya cerah, kontrasnya baik, lalu kontrasnya turun, itu sebenarnya juga sudah disebut buram dan bisa menjadi salah satu gejala katarak,” ujarnya.