Tak hanya itu, unggahan lain juga menyoroti kritik yang diarahkan kepada sekolah pemenang. Menurutnya, sekolah yang mewakili daerah seharusnya tetap mendapat dukungan tanpa memandang popularitas atau lokasi asal sekolah.
“Cuma karena sekolah tersebut tidak terkenal lalu tidak pantas dibanggakan? Itu sekolah jauh, terpencil dan bekas wilayah konflik tahun 1999. Bukankah semangatnya adalah siapapun yang maju mewakili provinsi harus dibanggakan? They deserve the win, that’s all.. May Allah bless their way to go to Grand Final,” tulis pesan tersebut.
Kasus ini terus menjadi perbincangan di media sosial setelah sebelumnya polemik penilaian dalam ajang LCC Empat Pilar MPR RI Kalimantan Barat ramai dikritik publik.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)