JAKARTA – Ibu hamil diimbau lebih berhati-hati dalam memilih produk perawatan kulit atau skincare. Penggunaan skincare abal-abal yang mengandung bahan berbahaya disebut dapat menimbulkan risiko serius bagi kesehatan ibu maupun janin.
Dokter Spesialis Kulit dari Columbia Asia Hospital Pulomas, Zahreza Maya Sari Nasution, mengingatkan bahwa produk kecantikan tanpa izin dan tidak jelas kandungannya sebaiknya dihindari selama masa kehamilan.
“Sudah pasti janinnya cacat makanya kalau ibu hamil, ibu menyusuin itu kalau skincare-skincare yang benar yang standar, oke lah tapi kalau skincare abal-abal, sebaiknya tidak,” katanya.
Ia menegaskan bahwa ibu hamil tetap boleh merawat diri dan menggunakan kosmetik, selama produk yang dipakai aman dan terdaftar resmi.
“Kalau ibu hamil bukan dia gak boleh pake bedak, bukan dia tidak boleh cantik, boleh tapi yang biasa aja. Misalnya pake bedak, pake lipstick, cuci muka yang rajin,” ujarnya.
Namun, menurutnya, produk ilegal atau abal-abal sering kali mengandung bahan berbahaya seperti merkuri yang bisa membahayakan janin.
Penggunaan skincare dengan kandungan berbahaya dapat meningkatkan berbagai risiko kesehatan, baik untuk ibu maupun bayi dalam kandungan.
1. Gangguan Perkembangan Janin
Beberapa zat kimia diketahui dapat menembus plasenta dan memengaruhi perkembangan organ janin.
2. Meningkatkan Risiko Keguguran
Paparan bahan kimia berbahaya secara terus-menerus dapat meningkatkan kadar racun dalam tubuh ibu hamil. Dalam kondisi tertentu, logam berat seperti timbal dan merkuri disebut berisiko memicu keguguran maupun kelahiran prematur.
3. Memicu Gangguan Kesehatan pada Ibu
Selain berdampak pada janin, bahan kimia dalam skincare abal-abal juga dapat memengaruhi kondisi ibu hamil yang cenderung lebih sensitif.
Karena itu, ibu hamil disarankan memilih produk skincare yang telah memiliki izin edar resmi dan berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan produk berbahan aktif tertentu.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)