BPODT juga mendorong peningkatan aksesibilitas, antara lain melalui penambahan rute penerbangan ke Bandara Sisingamangaraja XII dan digitalisasi penyeberangan di Danau Toba, tukasnya.
Dia menegaskan, upaya promosi turut diperkuat dengan pendekatan kreatif, termasuk kerja sama produksi film bertema budaya dan pariwisata Danau Toba. Tiga film yang telah diproduksi yakni Harta Tahta Boru ni Raja, Antara Mama Cinta dan Sorga, dan Wasiat Warisan. Film terakhir bahkan sempat menempati posisi teratas dalam Top 10 Movies in Indonesia di Netflix, platform video OTT terbesar di dunia, pada hari pertama penayangannya.
Dalam penguatan sumber daya manusia, BPODT bekerja sama dengan para pakar pendidikan dari Sumatera Utara dalam menyusun materi muatan lokal kepariwisataan berbasis Geopark. Produk dari program ini telah diserahkan kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara pada Juli 2025.
"Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan literasi pariwisata dan budaya bagi masyarakat, khususnya generasi muda di kawasan Danau Toba. Dukungan juga datang dari lembaga komunitas Batak Center dan berbagai pihak untuk mendorong implementasinya di sekolah-sekolah, mulai dari tingkat TK hingga SMA", pungkasnya.
Di tempat terpisah, Direktur Utama BPODT periode 2021-2026 Jimmy Panjaitan menyatakan dukungannya terhadap masyarakat sekitar Toba Caldera Resort dengan memprioritaskan perekrutan tenaga kerja lokal.