Keluhan serupa datang dari orang tua lain, Khairunnisa. Ia mengaku menemukan tanda-tanda kekerasan pada anaknya meski baru dititipkan kurang dari satu bulan.
Ia bahkan meyakini anaknya termasuk dalam video yang viral. Kondisi tersebut membuatnya sangat terpukul.
Selain dugaan kekerasan, para orang tua juga menyoroti sistem pengawasan di daycare tersebut. Mereka mengaku tidak memiliki akses untuk memantau aktivitas anak di dalam ruangan.
CCTV disebut hanya terpasang di area luar, sementara ruang pengasuhan tidak dapat diakses. Bahkan, orang tua diwajibkan memberi pemberitahuan sebelum menjemput anak, sehingga tidak bisa datang secara mendadak.
Kasus ini kini masih dalam penanganan pihak kepolisian. Para orang tua berharap proses hukum berjalan transparan dan memberikan keadilan bagi anak-anak yang diduga menjadi korban.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)