Peningkatan ini tidak hanya terjadi pada kelompok usia lanjut, namun juga mulai menyerang orang berusia produktif hingga anak-anak. Perubahan gaya hidup menjadi salah satu faktor utama yang berkontribusi terhadap kondisi ini.
Prof. Em Yunir pun juga menyoroti kebiasaan ngopi anak muda. Konsumsi kopi dengan gula tinggi tentu bisa berdampak buruk pada gula darah.
“Kopi tanpa gula bisa jadi proteksi buat jantung. Tapi kalau gulanya tinggi, diminum dua gelas itu kalorinya sudah penuh,” paparnya.
“Pasien perlu memahami pentingnya pola hidup sehat dan kepatuhan terhadap pengobatan. Edukasi menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan terapi. Dengan pengelolaan yang baik, pasien dapat tetap produktif,” jelas Prof. Yunir.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)