"Penutupan ini juga memberi kesempatan masyarakat dan petugas untuk Salat Id dan merayakan Idulfitri terlebih dahulu, karena pengalaman sebelumnya pengunjung ada yang langsung ke Bromo setelah Salat Id," tambahnya.
Penutupan juga akan dilakukan setelah libur Idulfitri selama 7 hari, terhitung mulai Senin, 6 April 2026 pukul 09.00 WIB hingga Minggu, 12 April 2026 pukul 10.00 WIB. Pada masa ini, kawasan taman nasional diberikan kesempatan untuk memulihkan ekosistem alam setelah diprediksi akan mengalami lonjakan pengunjung selama Lebaran.
Ia berharap wisatawan memaklumi penutupan aktivitas wisata di tengah libur Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Sebab, selama ini gunung yang berada di empat kabupaten di Jawa Timur tersebut menjadi destinasi wisata unggulan Indonesia.
"Selama masa penutupan, seluruh aktivitas kunjungan wisata dan kegiatan non-esensial dihentikan sementara. Pengecualian hanya diberikan untuk kegiatan strategis atau penanganan keadaan darurat dengan izin Kepala Balai Besar TNBTS. Informasi ini disampaikan agar pelaku jasa wisata dan calon pengunjung dapat menyesuaikan rencana perjalanan mereka sesuai jadwal penutupan kawasan," terangnya.
Gunung Bromo merupakan salah satu destinasi wisata di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Kawasan ini berada di empat wilayah kabupaten yang juga menjadi pintu masuk ke area tersebut.
Pintu masuk dari Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo; Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang; Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan; serta Desa Ranupani, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, yang juga menjadi akses menuju Gunung Semeru.
(Rani Hardjanti)