CILEGON - Di tengah deru mesin kendaraan pemudik yang mengantre di Pelabuhan Merak, alunan suara emas dan nada-nada indah dengan iringan petikan gitar terdengar merdu memecah rasa lelah para pemudik yang akan menyeberang dari Pulau Jawa ke Pulau Sumatera.
Begitulah alunan musik yang tersaji dari musisi lokal yang tergabung dalam Ikatan Musisi Merak (IMM). Bukan hanya sekadar mencari penghasilan, tujuan mereka juga untuk menghibur para pemudik di Pelabuhan Merak.
Ketua Ikatan Musisi Merak, Zaenal Arif, mengatakan komunitasnya biasa menghibur pemudik pada momen arus mudik Lebaran dengan alunan lagu berbagai genre dari pukul 13.00 siang hingga waktu sahur pukul 03.00 dini hari.
“Setiap hari ada siang dan malam kita main musik. Kita mulai dari jam 01.00 siang kalau pas harus mudik begini sampai sahur sampai jam 03.00 pagi. Itu kita di-rolling, ada tiga grup,” kata Arif saat diwawancarai di Pelabuhan Merak tipe eksekutif, Senin (16/3/2026).
Ia menyebut aktivitas menghibur para pemudik sekaligus mencari penghasilan ini sudah dilakukan komunitasnya sejak lima tahun lalu. Terlebih, mereka mendapatkan izin dan dukungan dari pihak pelabuhan.
“Kalau sudah berapa lama sih di sini, kita sudah lima tahun. Ini kita inisiatif sendiri. Dan alhamdulillah kita memang difasilitasi,” ungkap dia.
Zaenal menuturkan, selain pemudik bisa terhibur dan hilang rasa lelahnya, mereka juga bisa secara langsung meminta penyanyi membawakan sebuah lagu atau ikut bergabung untuk bernyanyi bersama.