Menurutnya, pengalaman tersebut dapat menjadi sarana refleksi yang membuat seseorang lebih menghargai hidup.
Pada 2024, Fuse bahkan mengadakan lokakarya di sebuah universitas di Kyoto untuk memperkenalkan pengalaman meditasi di peti mati kepada para mahasiswa. Beberapa peserta mengaku kegiatan itu membantu mereka menenangkan pikiran sekaligus mengatur kembali kekhawatiran dalam hidup.
Meski terdengar tidak biasa, bagi sebagian orang di Jepang, praktik ini justru menjadi cara unik untuk memahami kehidupan dengan lebih mendalam.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)