JAKARTA – Sebuah tren unik tengah menarik perhatian publik di Jepang. Sejumlah orang memilih bermeditasi di dalam peti mati sebagai cara untuk menenangkan pikiran sekaligus merenungkan makna kehidupan.
Melansir New York Post, praktik yang dikenal sebagai “berbaring di dalam peti mati” ini awalnya diperkenalkan oleh sebuah rumah duka di Prefektur Chiba. Seiring waktu, konsep tersebut berkembang dan mulai diminati masyarakat yang mencari metode refleksi diri serta ketenangan batin.
Dalam sesi meditasi tersebut, peserta diminta berbaring di dalam peti mati selama beberapa waktu. Ruang sempit itu justru dianggap membantu seseorang fokus pada kesadaran diri dan memikirkan kembali arti kehidupan.
Para pendukung metode ini menilai praktik tersebut dapat membantu orang memahami kerapuhan hidup dan menghargai waktu yang dimiliki.
Konsep meditasi di peti mati juga berkaitan dengan tradisi Jepang yang dikenal sebagai kuyō, yakni ritual peringatan yang berkaitan dengan refleksi atas kehidupan dan kematian. Tradisi ini telah lama menjadi bagian dari budaya spiritual masyarakat Jepang.