Jumlah Kanker Payudara Meningkat, Ini 3 Penanganannya Selain Kemoterapi

Annastasya Rizqa, Jurnalis
Minggu 08 Maret 2026 18:08 WIB
Jumlah Kanker Payudara Meningkat, Ini 3 Penanganannya Selain Kemoterapi. (Ilustrasi: Freepik)
Share :

JAKARTA - Dalam beberapa tahun terakhir, kanker payudara menjadi kanker dengan jumlah kasus terbanyak di Indonesia. Bahkan jumlahnya akan semakin meningkat. 

Data Global Cancer Observatory (GLOBOCAN) memperkirakan pada tahun 2022 terdapat 66.271 kasus baru kanker payudara di Indonesia, dengan 22.598 kematian, serta prevalensi 5 tahun sekitar 209.748 orang (perkiraan jumlah pasien yang masih hidup dalam lima tahun setelah diagnosis).

Tumor payudara sering kali diawali dengan perubahan kecil yang kadang tidak disadari. Oleh karena itu, penting bagi setiap wanita untuk mengenali tanda-tanda awalnya.

“Banyak pasien datang karena menemukan benjolan yang sebenarnya sudah ada cukup lama, tetapi tidak terasa sakit sehingga dianggap tidak berbahaya. Padahal, tumor payudara, terutama yang ganas, tidak selalu menimbulkan nyeri pada tahap awal,” jelas dr. Ivan Rinaldy, Sp.B, Subsp.Onk (K), Dokter Spesialis Bedah, Subspesialis Bedah Onkologi di Bethsaida Hospital Gading Serpong dalam keterangan resminya, Minggu (3/8/2026).

Sementara itu, pengobatan seperti kemoterapi biasanya menjadi salah satu acuan bagi pasien kanker. Kemoterapi digunakan untuk membunuh sel kanker yang mungkin sudah menyebar ke bagian tubuh lain. Terapi ini sering diberikan sebelum atau setelah operasi untuk menurunkan kemungkinan kekambuhan atau mengecilkan ukuran tumor.

Selain kemoterapi, dr. Ivan mengungkapkan terdapat beberapa jenis pengobatan lain yang dapat dilakukan untuk menangani kanker payudara. Berikut penjelasannya:

 

1. Operasi

Tindakan operasi menjadi salah satu penanganan utama pada kanker payudara. Ada beberapa jenis operasi yang dapat dilakukan, seperti lumpektomi (breast-conserving surgery), yaitu pengangkatan tumor dengan tetap mempertahankan sebagian besar jaringan payudara.

Selain itu, terdapat juga mastektomi, yaitu operasi pengangkatan seluruh payudara jika ukuran tumor sangat besar atau telah menyebar luas.

2. Radioterapi

Radioterapi menggunakan sinar radiasi untuk membunuh sel kanker yang mungkin masih tersisa setelah operasi. Terapi ini biasanya diberikan pada pasien dengan tumor yang lebih besar atau yang sudah menyebar ke kelenjar getah bening.

3. Terapi Hormon dan Imunoterapi

Pada kanker payudara yang bersifat hormon-reseptor positif, terapi hormon dapat digunakan untuk menghambat pertumbuhan sel kanker. Selain itu, imunoterapi dan terapi target juga dapat dilakukan untuk merangsang sistem kekebalan tubuh atau menargetkan protein tertentu pada sel kanker.

“Melalui kolaborasi tim medis yang multidisiplin serta dukungan teknologi medis yang memadai, kami berharap setiap pasien dapat memperoleh penanganan yang tepat, dengan harapan terbaik untuk kesembuhan dan kualitas hidup yang lebih baik,” ujar dr. Margareth Aryani Santoso, MARS, Direktur Bethsaida Hospital Gading Serpong.

(Rani Hardjanti)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya