JAKARTA – Kelompok aksi sosial dan aktivis pelestari lingkungan, Pandawara Group, menyoroti maraknya tren “nasi padang sachet”. Tren ini menyulap nasi Padang porsi besar menjadi lebih kecil dengan memasukkan nasi dan lauk pauknya ke dalam plastik es lilin.
Sorotan tersebut disampaikan melalui unggahan video di akun Instagram resmi mereka. Salah satu anggota Pandawara, Rafly Pasya, menyatakan bahwa meski terlihat praktis, tren tersebut berpotensi menimbulkan polusi sampah baru.
“Tanpa mengurangi rasa hormat kepada pembuat inovasi dan seluruh influencer yang mengiklankan kemasan tersebut, kami ingin menyampaikan bahwa justru hal itu akan menjadi polusi sampah baru. Kemasan plastiknya yang dibikin kecil-kecil justru akan menghasilkan sampah plastik dengan skala besar nantinya,” kata Rafly.
Ia menambahkan, Indonesia saat ini berada dalam kondisi darurat sampah plastik. Karena itu, inovasi yang muncul seharusnya mengarah pada penggunaan kemasan ramah lingkungan atau tidak sekali pakai.
“Di saat negara kita sedang krisis ataupun darurat sampah plastik, seharusnya inovasi yang dibuat bisa lebih mengarah kepada kemasan yang lebih ramah lingkungan atau kemasan yang tidak satu kali pakai,” ujarnya.
Pandawara juga berharap perusahaan-perusahaan besar yang menghasilkan sampah plastik dalam jumlah besar dapat bertanggung jawab atas produksi mereka serta menghadirkan program tanggung jawab sosial (CSR) yang berkelanjutan dan mendukung kampanye ramah lingkungan.
Sorotan tersebut mendapat respons positif dari sejumlah influencer yang turut mempopulerkan tren nasi padang sachet. Salah satunya konten kreator dan TikToker, Rasyid Muhammad.
Melalui kolom komentar unggahan Pandawara, ia menyampaikan apresiasi atas teguran tersebut.
“Teman-teman Pandawara! Terima kasih atas tegurannya,” tulisnya.
Rasyid mengakui bahwa konten nasi padang sachet yang dibuatnya secara tidak langsung bisa menjadi contoh kurang baik bagi audiensnya. Ia pun menjadikan hal tersebut sebagai pembelajaran untuk lebih mempertimbangkan dampak lingkungan ke depannya.
“Apa yang aku lakukan secara tidak langsung menjadi contoh yang tidak baik untuk audience aku. Hal ini menjadi pembelajaran besar buat aku. Terima kasih ya atas reminder baik ini. Kita usahakan kemasan yang ramah lingkungan itu,” pungkasnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)