Kenapa Saat Puasa Ramadhan Ingin Makan yang Manis-Manis? Ini Penjelasan Ilmiahnya 

Mei Sada Sirait, Jurnalis
Minggu 01 Maret 2026 11:06 WIB
Kenapa Saat Puasa Ramadhan Ingin Sesuatu yang Manis-Manis? Ini Penjelasan Ilmiahnya. (Ilustrasi: Freepik)
Share :

3. Gula Mengaktifkan Reward System di Otak

Makanan manis memicu pelepasan dopamin, zat kimia di otak yang berkaitan dengan rasa senang dan puas. Setelah seharian menahan lapar dan haus, respons dopamin ini bisa terasa lebih kuat.

Secara psikologis, berbuka dengan yang manis juga terasa seperti “hadiah” setelah berpuasa. Perpaduan rasa lapar secara fisik dan emosional ini membuat craving gula semakin terasa.

4. Kurang Tidur

Perubahan jam tidur karena sahur dan ibadah malam juga berpengaruh. Kurang tidur dapat meningkatkan hormon ghrelin (hormon lapar) dan menurunkan leptin (hormon kenyang).

Ketidakseimbangan ini membuat tubuh lebih mudah menginginkan makanan tinggi gula dan karbohidrat.

5. Pola Makan Tidak Seimbang Saat Sahur

Jika sahur hanya berisi karbohidrat sederhana seperti nasi putih dalam porsi besar tanpa cukup protein dan serat, gula darah akan naik cepat lalu turun cepat juga. Hal ini bisa membuat tubuh lebih mudah “lapar gula” menjelang berbuka.

(Rani Hardjanti)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya