Artinya, wisatawan tidak perlu lagi memilih opsi "less sugar" untuk mendapatkan minuman yang lebih sehat dari biasanya. Namun, pelanggan tetap bisa meminta tingkat kemanisan lama jika menginginkannya.
Dikutip Rabu (25/2/2026), thethaiger Tren ini tidak hanya mengurangi kalori, tetapi juga berdampak positif, seperti energi harian yang lebih stabil, berkurangnya risiko obesitas dan diabetes, kesehatan metabolisme yang lebih baik, hingga kulit yang lebih terjaga.
Menariknya, menurut otoritas kesehatan setempat, lidah manusia hanya membutuhkan sekitar dua minggu untuk beradaptasi dengan tingkat kemanisan baru.
Langkah Thailand ini juga bisa menjadi sinyal perubahan gaya hidup di Asia Tenggara. Di tengah tren minuman kekinian yang cenderung mengandung banyak gula, kesadaran akan gula tersembunyi semakin meningkat.
Tren ini bukan semata-mata menghapus minuman manis dari keseharian, tetapi menggeser standar secara perlahan. Strategi ini dinilai lebih realistis karena tidak memaksakan perubahan drastis, melainkan membentuk kebiasaan baru secara bertahap.
(Rani Hardjanti)