JAKARTA - Bulan Ramadhan identik dengan meningkatnya aktivitas berbagi di tengah masyarakat. Salah satu praktik yang paling sering dilakukan adalah menyediakan makanan untuk berbuka puasa. Tradisi ini tidak hanya berlangsung di lingkungan keluarga, tetapi juga meluas ke ruang publik melalui berbagai kegiatan sosial.
Dalam konteks sosial, kegiatan berbagi makanan saat Ramadhan menjadi bentuk solidaritas yang memperkuat hubungan antarmasyarakat. Momentum berbuka puasa kerap dimanfaatkan sebagai ajang mempererat silaturahmi, membangun empati, sekaligus membantu mereka yang membutuhkan akses makanan yang layak.
Di sisi lain, aktivitas ini juga mendorong tumbuhnya gerakan kolektif, baik yang digagas individu, komunitas, hingga lembaga sosial. Berbagai bentuk partisipasi tersebut menunjukkan bahwa berbagi makanan bukan sekadar tradisi musiman, melainkan bagian dari budaya gotong royong yang telah lama mengakar.
Untuk melakukan amalan memberi makan orang yang berpuasa juga bisa dilakukan dengan berbagai cara. Berikut ini dikutip dari laman resmi Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI, Selasa (24/2/2026).
1. Menyediakan hidangan berbuka untuk keluarga dan tetangga
Menyediakan hidangan berbuka di lingkungan terdekat menjadi langkah sederhana yang bisa dilakukan siapa saja. Tradisi ini sering kali dilakukan dengan mengundang tetangga atau kerabat untuk berbuka bersama di rumah.
Selain mempererat hubungan personal, kegiatan ini juga menciptakan ruang interaksi sosial yang hangat. Dalam skala kecil, berbagi makanan di lingkungan sekitar dapat memperkuat rasa kebersamaan dan kepedulian antarwarga.
2. Membagikan takjil atau paket makanan kepada masyarakat
Pembagian takjil di ruang publik menjadi pemandangan umum selama Ramadhan . Kegiatan ini biasanya dilakukan di jalan raya, masjid, atau pusat keramaian menjelang waktu berbuka puasa.
Selain membantu masyarakat yang masih dalam perjalanan, aksi ini juga mencerminkan kepedulian sosial yang praktis dan langsung dirasakan. Banyak komunitas maupun individu yang berpartisipasi secara sukarela dalam kegiatan ini setiap tahunnya.
3. Mendukung program berbagi makanan melalui lembaga zakat atau kegiatan sosial
Bagi yang tidak memiliki waktu untuk terlibat langsung, mendukung program berbagi melalui lembaga sosial bisa menjadi alternatif. Lembaga zakat dan organisasi kemanusiaan biasanya memiliki program distribusi makanan yang terstruktur dan menjangkau lebih luas.
Melalui skema ini, bantuan dapat tersalurkan secara lebih merata dan tepat sasaran. Partisipasi dalam bentuk donasi juga menjadi bagian dari kontribusi sosial yang berdampak kolektif.
4. Menyantuni fakir miskin agar mereka dapat berbuka dengan layak
Memberikan bantuan kepada kelompok rentan menjadi salah satu bentuk kepedulian yang sering dilakukan selama Ramadhan . Bantuan tersebut bisa berupa makanan siap saji maupun bahan pokok.
Upaya ini membantu memastikan bahwa masyarakat kurang mampu tetap dapat menikmati hidangan berbuka secara layak. Di sisi lain, langkah ini juga menjadi refleksi nilai empati dan perhatian terhadap kesenjangan sosial yang masih ada.
Secara keseluruhan, berbagi makanan saat Ramadhan bukan hanya berdampak pada penerima, tetapi juga memperkuat ikatan sosial di tengah masyarakat. Praktik ini menunjukkan bagaimana tradisi dapat bertransformasi menjadi gerakan sosial yang relevan dan berkelanjutan.
(Rani Hardjanti)