JAKARTA - Sayuran menjadi bagian dari menu makan yang sebenarnya penting dikonsumsi sehari-hari. Namun, tidak semua orang menyukai sayuran dan justru tidak mengonsumsinya sama sekali.
Padahal, tidak pernah mengonsumsi sayuran bisa berdampak nyata pada berbagai fungsi tubuh. Apa saja berikut ini dikutip verywellhealth, Kamis (19/2/2026).
1. Asupan Serat Menurun Drastis
Sayuran merupakan salah satu sumber serat makanan utama. Jika seseorang tidak pernah makan sayuran, asupan serat hariannya hampir pasti jauh di bawah kebutuhan.
Tanpa cukup serat, risiko sembelit meningkat karena feses menjadi lebih keras dan sulit dikeluarkan. Selain itu, kurangnya serat juga berdampak pada kesehatan mikrobioma usus, karena bakteri baik di usus membutuhkan serat sebagai makanan.
2. Kekurangan Vitamin dan Mineral Penting
Sayuran mengandung berbagai vitamin dan mineral yang sulit digantikan sepenuhnya oleh makanan lain. Tidak makan sayuran dapat menyebabkan rendahnya asupan nutrisi seperti vitamin A yang penting untuk kesehatan mata dan sistem imun, vitamin C untuk mendukung daya tahan tubuh dan penyembuhan luka, vitamin K yang berperan dalam pembekuan darah, hingga folat yang penting untuk pembentukan sel darah dan fungsi DNA.
3. Risiko Penyakit Kronis
Sayuran mengandung antioksidan dan senyawa fitokimia yang membantu melindungi sel dari kerusakan. Tanpa konsumsi sayuran yang cukup, perlindungan terhadap penyakit jantung berkurang.
Selain itu, kontrol kadar gula darah menjadi kurang optimal dan risiko peradangan kronis bisa meningkat. Kondisi-kondisi tersebut berperan dalam perkembangan penyakit seperti diabetes tipe 2 dan gangguan kardiovaskular.
4. Sulit Mengontrol Berat Badan dan Rasa Kenyang
Sayuran memiliki kalori rendah namun tinggi volume dan serat, sehingga membantu rasa kenyang lebih lama. Jika sayuran tidak ada dalam pola makan, seseorang akan cenderung lebih cepat lapar dan mudah makan berlebihan.
Hal ini dapat mempersulit pengelolaan berat badan dalam jangka panjang, terutama jika digantikan dengan makanan olahan atau makanan tinggi lemak.
Meskipun sebagian vitamin dan mineral bisa diperoleh dari buah atau suplemen, nutrisi dari sayuran utuh sulit digantikan. Kombinasi serat, vitamin, mineral, dan fitonutrien dalam sayuran bekerja bersama dengan cara yang tidak bisa digantikan oleh sekadar suplemen.
(Rani Hardjanti)