Perayaan Hari Raya Imlek 2026 di Kelenteng Toasebio, Ratusan Umat Padati Wihara

Niko Prayoga , Jurnalis
Selasa 17 Februari 2026 12:52 WIB
Perayaan Hari Raya Imlek 2026 di Kelenteng Toasebio, Ratusan Umat Padati Vihara (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Suasana khidmat mulai terasa saat ratusan umat mulai memadati Vihara Dharma Jaya Toasebio, Glodok, Jakarta, pada Hari Raya Imlek 2576 Kongzili yang jatuh pada hari ini.

Hiasan ornamen dan lampion warna merah menjadi penyambut bagi para umat yang akan beribadah. Harum dupa disertai suara panjatan doa dan asap dari nyala lilin yang menyelimuti kelenteng menambah suasana kesakralan di Hari Raya Imlek.

Pengurus Vihara Dharma Jaya Toasebio, Andi Santosa, mengatakan para umat mulai berdatangan sekitar pukul 07.00 dan 08.00 pagi. Para umat yang datang ke Vihara Dharma Jaya Toasebio sendiri berasal dari berbagai kalangan dan usia, mulai dari anak-anak hingga orang tua.

Mereka datang dan langsung mengambil dupa serta membakarnya untuk memanjatkan doa-doa mereka di tahun yang baru. Mereka berdoa di depan altar yang telah disediakan secara berurutan, dimulai dari altar Tian atau Tuhan Yang Maha Esa dalam kepercayaan umat Kong Hu Cu.

“Sudah mulai ramai jam 7, jam 8 pagi. Ya, prosesinya sih biasa seperti pertama kan sembahyang ‘Tian’ dulu di sini, kedua baru masuk ke dewa-dewanya, pasti ada urutannya,” kata Andi saat diwawancarai, Selasa (17/2/2026).

Berpegang dupa yang telah dibakar dan kertas doa, para umat dengan khusyuk melakukan ibadah. Kertas doa tersebut nantinya akan dibakar oleh para umat sebagai sarana agar doa-doa yang dipanjatkan bisa sampai kepada Tuhan.

“Itu sebenarnya kertas sembahyang. Maksudnya kalau habis berdoa nanti mereka bakar. Mereka bakar itu pertanda sebagai sarana supaya doanya sampai, begitu kepercayaannya,” ucap dia.

Ia menjelaskan bahwa pada Hari Raya Imlek yang jatuh pada hari ini, para umat berdatangan ke kelenteng hanya untuk fokus beribadah dan berdoa sehingga tidak ada acara khusus yang digelar.

“Tidak ada ritual khusus, biasa saja. Acara-acara sembahyang biasa sih. Tiap tahun juga begini kalau menyambut Imlek, ya sembahyangnya seperti ini saja,” jelas Andi.

Meski didatangi ratusan umat, Andi mengungkapkan bahwa terjadi penurunan jumlah kunjungan umat pada Hari Raya Imlek tahun ini dibandingkan tahun sebelumnya.

“Ada penurunan yang signifikan tahun ini. Tahun kemarin malam saja sudah meriah, semalam sebelum Imlek saja pengunjung sudah lebih padat. Ya, relatif lah, mungkin di hari H ini ada yang berhalangan atau apa, jadi berkunjungnya sekarang malam,” ungkap dia.

Ia memprediksi bahwa kepadatan umat yang berdatangan akan terus terjadi hingga sore dan malam hari sampai kelenteng ditutup sekitar pukul 21.00 WIB.

“Kita hari H-nya nanti sampai jam 09.00 malam. Jam 09.00 kita tutup, jadi 38 jam. Prediksi ya mungkin sih, mudah-mudahan bisa ramai juga,” pungkas Andi.

Sebagai informasi, ada beberapa rangkaian ibadah yang bakal digelar dari Hari Raya Imlek hingga perayaan Cap Go Meh di Kelenteng Toasebio. Berikut jadwal ibadah bersama yang akan dilaksanakan di kelenteng tersebut:

  • Sembahyang Malam Imlek (Senin, 23 Februari 2026 sekitar pukul 23.30 WIB).
  • Perayaan Imlek Toasebio (Selasa, 17 Februari 2026).
  • Sembahyang Sinbeng Turun (Kamis, 19 Februari 2026 pukul 23.30 WIB).
  • Sembahyang Tebu (Selasa, 24 Februari 2026 pukul 18.00 WIB).
  • Malam Cap Go Meh (Senin, 2 Maret 2026).
  • Perayaan Cap Go Meh (Selasa, 3 Maret 2026).

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya