Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sejarah Pekan Raya Jakarta yang Meriahkan Ibu Kota Tiap Bulan Juni

Agustina Wulandari , Jurnalis-Jum'at, 03 Juli 2026 |18:00 WIB
Sejarah Pekan Raya Jakarta yang Meriahkan Ibu Kota Tiap Bulan Juni
Ilustrasi Jakarta Fair. (Foto: dok Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Setiap tahun, jutaan orang selalu meramaikan Pekan Raya Jakarta (PRJ). Ada yang datang untuk berburu diskon, mencicipi aneka kuliner, menonton konser, atau sekadar bersantai bersama keluarga. 

Namun, tahukah kamu bahwa di balik semua kemeriahan itu, PRJ sebenarnya berawal dari sebuah ide sederhana pada tahun 1968 untuk membangkitkan perekonomian Indonesia?

Berawal dari Ide Memajukan Ekonomi

Pada awalnya, PRJ adalah sebuah pameran dagang yang bertujuan mempertemukan para pengusaha dengan masyarakat. Ide ini dicetuskan oleh Syamsuddin Mangan atau akrab disapa Haji Mangan, yang saat itu menjabat sebagai Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) DKI Jakarta.

Ia mengusulkan kepada Gubernur Ali Sadikin agar Jakarta memiliki pameran dagang berskala besar untuk mempromosikan produk lokal sekaligus memutar roda ekonomi. Usulan tersebut disambut hangat, dan lahirlah acara yang pada saat itu diberi nama Djakarta Fair.

Digelar Pertama Kali di Monas

Berbeda dengan sekarang, PRJ edisi perdana diselenggarakan di kawasan Monumen Nasional (Monas) pada 5 Juni hingga 20 Juli 1968. Presiden Soeharto membuka acara ini secara langsung dengan prosesi pelepasan burung merpati. Karena konsepnya yang seru, memadukan pameran dagang dan hiburan rakyat, PRJ sukses besar dan langsung menjadi agenda wajib setiap perayaan hari ulang tahun Kota Jakarta.

Alasan Menggunakan Kata "Pekan"

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement