Mungkin kamu pernah bertanya-tanya, mengapa namanya "pekan" padahal acaranya berlangsung selama sebulan penuh? Ternyata, dalam akar bahasa Melayu, kata "pekan" itu memiliki arti pasar atau tempat berdagang. Jadi, Pekan Raya Jakarta secara harfiah bermakna pasar raya yang besar, bukan acara yang hanya berdurasi tujuh hari atau satu minggu.
Setelah lebih dari 20 tahun meramaikan Monas, jumlah peserta pameran dan pengunjung terus membludak sehingga lokasinya terasa semakin sempit. Akhirnya, pada 1992, lokasi penyelenggaraan PRJ dipindahkan ke Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, sebuah kawasan bekas bandara yang disulap menjadi pusat pameran megah.
Kemudian, sekitar 2010, pihak penyelenggara mulai gencar mempromosikan nama merek "Jakarta Fair". Langkah ini diambil agar acara tersebut terdengar lebih mendunia dan mudah dikenali oleh wisatawan mancanegara. Walaupun begitu, bagi masyarakat luas, singkatan PRJ tentu tetap menjadi sebutan yang paling melekat di hati.
Meski wajah PRJ kini semakin modern dan sangat identik dengan wahana hiburan serta diskon besar-besaran, misi utamanya sejak tahun 1968 tidak pernah pudar. Acara ini tetap menjadi panggung utama untuk produk-produk nasional, mulai dari otomotif, elektronik, busana, hingga UMKM.
Kini, dengan usianya yang sudah lebih dari lima dekade, PRJ berhasil memantapkan posisinya sebagai salah satu pameran multiproduk terbesar di Asia Tenggara yang terus setia menggerakkan ekonomi nasional.
(Agustina Wulandari )
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.