Berpegang dupa yang telah dibakar dan kertas doa, para umat dengan khusyuk melakukan ibadah. Kertas doa tersebut nantinya akan dibakar oleh para umat sebagai sarana agar doa-doa yang dipanjatkan bisa sampai kepada Tuhan.
“Itu sebenarnya kertas sembahyang. Maksudnya kalau habis berdoa nanti mereka bakar. Mereka bakar itu pertanda sebagai sarana supaya doanya sampai, begitu kepercayaannya,” ucap dia.
Ia menjelaskan bahwa pada Hari Raya Imlek yang jatuh pada hari ini, para umat berdatangan ke kelenteng hanya untuk fokus beribadah dan berdoa sehingga tidak ada acara khusus yang digelar.
“Tidak ada ritual khusus, biasa saja. Acara-acara sembahyang biasa sih. Tiap tahun juga begini kalau menyambut Imlek, ya sembahyangnya seperti ini saja,” jelas Andi.
Meski didatangi ratusan umat, Andi mengungkapkan bahwa terjadi penurunan jumlah kunjungan umat pada Hari Raya Imlek tahun ini dibandingkan tahun sebelumnya.