Bahkan dalam kontennya, ia menuliskan, “POV: Siang nonton barongsai, malamnya lanjut tarawih pertama,” demikian tulis netizen tersebut, dikutip Sabtu (14/2/2026).
Hal serupa juga ditunjukkan oleh netizen dengan akun bernama Shabrinaadfi. Dalam kontennya, ia menggunakan sound part berbahasa China dalam lagu “Neo Shalawat”. Ia memparodikan dirinya yang sedang menyiapkan baju gamis (merepresentasikan budaya Islam), kemudian datang suaminya membawa baju khas China (merepresentasikan budaya Tionghoa).
Konten milik netizen dengan akun Shabrinaadfi itu langsung mendapat 1,2 juta suka, 11,1 ribu komentar, serta 75,9 ribu kali dibagikan oleh netizen lainnya.
Selain itu, netizen lainnya dengan akun bernama Ren juga menggunakan sound part berbahasa China dari lagu “Neo Shalawat” dalam kontennya. Ia membuat konten di mana terdapat temannya yang memakai jilbab sebagai representasi Muslim, lalu dirinya datang mengenakan baju khas China sambil menyanyikan part berbahasa China dari lagu tersebut (lipsync).
Konten tersebut juga viral dan mendapat 444,7 ribu suka, 6.908 komentar, serta 28,3 ribu kali dibagikan oleh netizen lainnya.
Dari berbagai konten itu, netizen menilai bahwa lagu ini adalah representasi sempurna dari "akulturasi budaya". Perpaduan melodi yang tenang dengan pelafalan Mandarin yang fasih dinilai sangat relevan untuk menggambarkan suasana Indonesia tahun ini, di mana meriahnya lampion Imlek bersanding dengan persiapan spanduk ucapan selamat berpuasa.
Viralnya lagu tersebut akhirnya ditanggapi oleh salah satu personel Snada bernama Ikhsan melalui akun TikTok pribadinya, Ikhsan Snada. Dalam unggahannya, ia menampilkan grup nasyid Snada yang menyanyikan ulang part berbahasa China dalam lagu “Neo Shalawat”.
Dalam video tersebut juga tertulis “Gong Xi Raya” dengan hiasan lampion di sisi tulisan sebagai ucapan yang pas dengan momen Imlek yang berdekatan dengan Ramadhan. Hal tersebut juga dipertegas melalui keterangan video, di mana ia menuliskan, “Gong Xi Raya, Gong Xi Fa Chai dan Selamat Berpuasa,” tulis Ikhsan dalam unggahannya.
(Rani Hardjanti)