JAKARTA - Dalam masa tumbuh kembangnya, anak akan banya mengeksplorasi berbagai hal yang bisa membantu stimulasi sensoriknya. Selain motorik kasar, stimulasi sensorik juga tak kalah penting bagi anak namun sering luput dari perhatian orang tua modern.
Dokter Spesialis Anak Konsultan Tumbuh Kembang, Prof. Rini Sekartini menilai, anak perlu diberi kesempatan untuk merasakan berbagai tekstur secara langsung. Misalnya merasakan air, tanah basah, hingga rumput.
“Perabaan itu ada di kulit, termasuk telapak kaki. Anak perlu merasakan air, tanah basah, rumput. Itu tidak bisa digantikan hanya dengan cerita,” jelasnya, Kamis (12/2/2024).
Prof. Rini menyarankan agar anak tidak selalu memakai sepatu sepanjang hari. Hal ini agar rangsangan sensoriknya berkembang dengan baik dan dapat merasakan tekstur di bawah kakinya.
“Kadang anak seharian pakai sepatu. Padahal penting sesekali dibuka supaya dia merasakan tekstur di bawah kakinya,” ujarnya.
Prof Rini juga menjelaskan bahwa saat ini banyak kelas sensorik yang ditawarkan. Namun sebenarnya banyak objek di rumah yang bisa dijadikan alat bantuan melatih sensorik anak seperti daun, rumput, bawang, kacang, mencuci sepeda dengan spons, dan lainnya.
“Tidak harus sekolah sensorik. Di rumah juga bisa. Ada daun, rumput, bawang, kacang, pakai saja yang ada. Metik daun, main tanah, nyuci sepeda pakai spons, itu sudah stimulasi,” kata Prof. Rini.
Menurutnya, aktivitas sederhana di rumah justru lebih aman dan efektif, sekaligus mengurangi risiko penularan penyakit. Ia pun menegaskan bahwa kunci utama tumbuh kembang anak adalah memberi ruang eksplorasi yang seimbang, aman, dan alami.
“Hati-hati boleh, tapi jangan berlebihan. Anak harus bergerak, meraba, mencoba. Dari situlah dia belajar dan berkembang,” pungkasnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)