Lebih lanjut, Dante menekankan pentingnya perbaikan dan pemutakhiran data penerima PBI BPJS Kesehatan agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari. Menurutnya, persoalan utama yang terjadi berakar pada validitas dan ketepatan data penerima bantuan iuran.
Untuk itu, Kementerian Kesehatan akan memperkuat kerja sama dengan Kementerian Sosial dalam melakukan optimalisasi dan pembaruan data PBI. Langkah ini dinilai penting agar bantuan iuran BPJS Kesehatan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak dan membutuhkan.
“Ini masalah data-data yang kita kompilasi, kita buat supaya lebih bagus, karena kita juga tidak mengapresiasi ada beberapa yang seharusnya tidak menerima PBI tapi menerima PBI,” jelas Dante.
Ia berharap, melalui pemutakhiran data yang dilakukan secara berkala oleh Kementerian Sosial, penerima PBI BPJS Kesehatan ke depan benar-benar tepat sasaran. Dengan demikian, jaminan kesehatan dapat diberikan secara adil kepada masyarakat yang memang layak dan membutuhkan perlindungan negara.
“Nah itu memang nantinya dilakukan pemutakhiran data oleh Kementerian Sosial. Ini diharapkan yang menerima PBI memang mereka yang memang wajar dan berhak untuk mendapatkan jaminan,” tutupnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)