Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Digitalisasi Sektor Kesehatan di Asia Pasifik, Rekam Medis Elektronik Jadi Sorotan

Kurniasih Miftakhul Jannah , Jurnalis-Jum'at, 06 Februari 2026 |18:58 WIB
Digitalisasi Sektor Kesehatan di Asia Pasifik, Rekam Medis Elektronik Jadi Sorotan
Digitalisasi Sektor Kesehatan di Asia Pasifik, Rekam Medis Elektronik Jadi Sorotan (Foto: Freepik)
A
A
A

JAKARTA - Sektor kesehatan di kawasan Asia Pasifik (APAC) tengah berada dalam fase transformasi besar. Berbagai negara mulai meninggalkan sistem pencatatan manual dan beralih ke digital seiring berkembangnya kebijakan pemerintah, meningkatnya tuntutan keamanan data, serta ekspektasi masyarakat terhadap layanan kesehatan yang lebih cepat dan efisien. Digitalisasi kini tidak lagi dipandang sebagai inovasi tambahan, melainkan fondasi penting bagi keberlanjutan layanan kesehatan.

Isu rekam medis elektronik (RME) menjadi salah satu pendorong utama perubahan ini. Pemerintah di banyak negara APAC mendorong integrasi data kesehatan untuk menjamin kesinambungan perawatan, akurasi klinis, dan perlindungan data pasien. Namun, perbedaan tingkat kesiapan infrastruktur, regulasi, dan sumber daya antarnegara membuat proses adopsi teknologi kesehatan menghadapi tantangan yang kompleks.

Di Indonesia, percepatan digitalisasi turut didorong oleh kebijakan integrasi data melalui platform nasional seperti SATUSEHAT. Kewajiban ini mendorong fasilitas kesehatan untuk menyesuaikan sistem mereka agar selaras dengan standar nasional. Tantangan serupa juga dihadapi fasilitas kesehatan di negara APAC lainnya, meski dengan kerangka regulasi yang berbeda-beda.

Pendiri Kumo Kevin Nair menegaskan bahwa fokus mereka sejak awal tidak pernah berubah, yaitu tumbuh bersama pelanggan. “Tidak ada yang berubah sejak awal. Kumo akan terus berkembang, didorong oleh pendekatan kami yang berpusat pada pelanggan. Untuk mencapai hal tersebut, kami bekerja sama erat dengan klien, memperlakukan mereka sebagai mitra, sambil aktif mendengarkan masukan mereka dan melakukan penyesuaian perangkat lunak yang diperlukan,” jelas Nair.

Ekosistem Digital Sektor Kesehatan 

Aspek keamanan data juga menjadi perhatian krusial dalam pengembangan ekosistem digital. Pengelolaan data pasien menuntut standar perlindungan yang tinggi, terutama di tengah meningkatnya konektivitas antar sistem. Sejumlah platform teknologi kesehatan, termasuk Kumo, menerapkan praktik keamanan informasi untuk memastikan pengelolaan data dilakukan secara aman dan bertanggung jawab. 

Dari perspektif industri, pihak ketiga semakin penting untuk mendukung operasional yang lebih efisien. Integrasi ini membantu pencatatan diagnosis pasien dan mendukung interoperabilitas data antar penyedia layanan kesehatan, sekaligus meningkatkan kemudahan penggunaan alat seperti WhatsApp dan Google dalam alur kerja dan komunikasi sehari-hari. Selain itu, pemanfaatan teknologi AI membantu menyederhanakan proses kerja, sehingga klinik dapat lebih fokus pada pelayanan dan perawatan pasien.

Ke depan, layanan kesehatan di APAC akan semakin bergantung pada ekosistem digital yang terintegrasi, mempermudah proses, dan mendorong kolaborasi lintas pemangku kepentingan. Ekosistem ini menjadi kunci bagi terciptanya layanan kesehatan yang berkelanjutan, aman, dan berorientasi pada nilai.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement