Penularan antarmanusia juga dapat terjadi, meski kasusnya lebih jarang dibandingkan penularan dari hewan ke manusia. Oleh karena itu, sejumlah negara di Asia memperketat kawasan sebagai langkah antisipasi.
Kewaspadaan ini semakin ditingkatkan menjelang periode mobilitas tinggi, seperti perayaan Tahun Baru Imlek. Meski demikian, virus Nipah hingga kini belum menyebar secara luas di India sehingga jumlah masyarakat terdampak diperkirakan masih relatif rendah.
Virus Nipah dapat menyebabkan penyakit serius pada manusia. Gejala yang muncul antara lain demam tinggi dan ensefalitis atau peradangan pada otak yang memerlukan penanganan medis intensif.
Kelompok usia tertentu serta individu dengan sistem imun lemah memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi akibat infeksi virus ini. Oleh sebab itu, masyarakat dan otoritas kesehatan diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan pengawasan terhadap risiko penyakit zoonotik tersebut.
(Rani Hardjanti)