Penyebab Hotel di Kawasan Bandung Jadi Incaran Wisatawan

Kurniasih Miftakhul Jannah, Jurnalis
Sabtu 24 Januari 2026 15:42 WIB
Penyebab Hotel di Kawasan Bandung Jadi Incaran Wisatawan (Foto: Shutterstock)
Share :

JAKARTA – Di tengah pesatnya perkembangan industri pariwisata Indonesia, hotel di kawasan Bandung semakin menjadi incaran wisatawan. Bukan lagi sekadar tempat bermalam, hotel-hotel di Kota Kembang kini bertransformasi menjadi destinasi experience yang menawarkan pengalaman menginap berkesan melalui layanan personal, desain inovatif, hingga interaksi manusiawi yang hangat.

Tren ini mencerminkan pergeseran paradigma industri perhotelan, di mana pengalaman tamu menjadi elemen utama dalam perjalanan wisata. Hotel tak hanya berfungsi sebagai fasilitas pendukung, melainkan bagian inti dari keseluruhan perjalanan wisatawan.

Konsep hotel berbasis pengalaman menempatkan suasana dan emosi tamu sebagai fokus utama. Di Bandung, banyak hotel menghadirkan sentuhan lokal seperti elemen seni Sunda, taman hijau yang menyatu dengan alam, hingga desain interior yang nyaman dan estetis.

Layanan personal juga menjadi standar baru, mulai dari rekomendasi destinasi wisata sesuai preferensi tamu hingga kejutan kecil yang menciptakan momen tak terlupakan. Interaksi autentik dengan staf hotel sering kali menambah nilai emosional, seperti berbagi cerita sejarah Bandung atau budaya lokal.

Tren positif ini diperkuat oleh data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan tingkat hunian kamar (TPK) hotel di Bandung telah kembali mendekati, bahkan melampaui, level pra-pandemi.

Pada 2019, TPK hotel Bandung berada di kisaran 60–65 persen. Kini, okupansi kembali naik ke sekitar 61–67 persen pada periode puncak, menandakan kuatnya minat wisatawan untuk menginap di Bandung.

Tren Hotel Bandung Menuju 2026

Memasuki 2026, industri perhotelan Indonesia diprediksi akan semakin menekankan wellness, keberlanjutan, dan personalisasi layanan berbasis teknologi. Di kawasan Dago dan Lembang, hotel mulai menghadirkan pengalaman wellness seperti yoga di alam terbuka, udara pegunungan, serta sajian kuliner organik dari petani lokal.

Pendekatan ini tak hanya meningkatkan kepuasan tamu, tetapi juga mendorong kunjungan ulang dan loyalitas wisatawan.

Berdasarkan salah satu platform perjalanan, tingkat kepuasan tamu hotel di Bandung pada 2025 tergolong tinggi, dengan rata-rata rating mencapai 8,4 dari 10. Angka ini mencerminkan keberhasilan hotel-hotel Bandung dalam menghadirkan pengalaman menginap yang konsisten dan berkualitas.

“Pengalaman menginap di hotel harus lebih dari sekadar transaksi. Ia harus menjadi perjalanan emosional yang membangun kenangan abadi dan hubungan jangka panjang dengan tamu,” ujar Yudhitia Kurniawan, Tim The Ascott Limited.

Aspek keberlanjutan kini menjadi bagian penting dari pengalaman menginap. Hotel-hotel di Bandung mulai menerapkan energi terbarukan, program zero-waste, hingga aktivitas edukatif seperti tur kebun organik dan workshop daur ulang.

Praktik ramah lingkungan ini selaras dengan tren global 2026, di mana wisata berbasis kesadaran lingkungan dan wellness semakin diminati wisatawan.

Didukung akses transportasi yang semakin mudah seperti jalan tol dan kereta cepat, Bandung memiliki potensi besar menjadi model perhotelan berbasis experience di Indonesia. Tingkat hunian hotel kerap mencapai puncak saat musim liburan, menandakan tingginya permintaan akan pengalaman menginap yang holistik.

Bagi wisatawan modern, perjalanan bukan lagi sekadar mencapai tujuan, melainkan proses menciptakan pengalaman dan kenangan. Inilah yang membuat hotel di kawasan Bandung terus menjadi pilihan utama.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya