Pada 2019, TPK hotel Bandung berada di kisaran 60–65 persen. Kini, okupansi kembali naik ke sekitar 61–67 persen pada periode puncak, menandakan kuatnya minat wisatawan untuk menginap di Bandung.
Memasuki 2026, industri perhotelan Indonesia diprediksi akan semakin menekankan wellness, keberlanjutan, dan personalisasi layanan berbasis teknologi. Di kawasan Dago dan Lembang, hotel mulai menghadirkan pengalaman wellness seperti yoga di alam terbuka, udara pegunungan, serta sajian kuliner organik dari petani lokal.
Pendekatan ini tak hanya meningkatkan kepuasan tamu, tetapi juga mendorong kunjungan ulang dan loyalitas wisatawan.
Berdasarkan salah satu platform perjalanan, tingkat kepuasan tamu hotel di Bandung pada 2025 tergolong tinggi, dengan rata-rata rating mencapai 8,4 dari 10. Angka ini mencerminkan keberhasilan hotel-hotel Bandung dalam menghadirkan pengalaman menginap yang konsisten dan berkualitas.
“Pengalaman menginap di hotel harus lebih dari sekadar transaksi. Ia harus menjadi perjalanan emosional yang membangun kenangan abadi dan hubungan jangka panjang dengan tamu,” ujar Yudhitia Kurniawan, Tim The Ascott Limited.