Cara Mencegah dan Mengatasi Child Grooming yang Wajib Diketahui Orangtua

Kurniasih Miftakhul Jannah, Jurnalis
Sabtu 17 Januari 2026 12:10 WIB
Cara Mencegah dan Mengatasi Child Grooming yang Harus Diketahui Orangtua (Foto: Freepik)
Share :

JAKARTA – Cara mencegah dan mengatasi child grooming. Child grooming adalah salah satu bentuk kejahatan terhadap anak yang semakin marak terjadi di era digital. Seiring meningkatnya penggunaan internet, media sosial, dan gim daring oleh anak-anak serta remaja, risiko terjadinya child grooming pun kian tinggi. Fenomena ini menjadi perhatian serius karena sering berlangsung secara tersembunyi dan sulit dikenali sejak awal.

Child grooming merupakan proses manipulasi yang dilakukan pelaku untuk membangun kedekatan emosional dan kepercayaan dengan anak, dengan tujuan eksploitasi seksual maupun penyalahgunaan psikologis. Modus ini tidak hanya terjadi secara daring, tetapi juga dapat berlangsung dalam kehidupan nyata dengan pola yang serupa.

Apa Itu Child Grooming?

Secara umum, child grooming adalah strategi bertahap yang digunakan pelaku untuk mengontrol korban anak atau remaja. Pelaku biasanya memulai dengan pendekatan yang terlihat ramah, penuh perhatian, dan seolah-olah peduli. Dalam prosesnya, anak dibuat merasa aman dan percaya, tanpa menyadari bahwa dirinya sedang diarahkan ke dalam hubungan yang berbahaya.

Child grooming sering berlangsung dalam waktu lama dan dilakukan secara diam-diam, sehingga orang tua maupun lingkungan sekitar tidak langsung menyadari adanya ancaman. Inilah yang membuat kejahatan ini sangat berbahaya.

Cara Mencegah Child Grooming Sejak Dini

Pencegahan child grooming memerlukan peran aktif keluarga, sekolah, dan masyarakat. Orang tua perlu membangun komunikasi terbuka agar anak merasa aman untuk menceritakan aktivitas daringnya. Edukasi mengenai batasan pribadi, keamanan internet, serta risiko berinteraksi dengan orang asing sangat penting diberikan sejak dini.

Pemantauan penggunaan gadget secara bijak juga diperlukan, termasuk mengetahui aplikasi yang digunakan anak serta siapa saja yang menjadi kontaknya. Penggunaan fitur parental control dapat membantu meminimalkan paparan konten berbahaya.

Pendidikan seks yang sesuai usia juga menjadi langkah penting, mencakup pemahaman tentang persetujuan (consent), batas tubuh, serta cara menolak sentuhan atau ajakan yang tidak pantas.

Dampak dan Bahaya Child Grooming bagi Anak

Dampak child grooming dapat bersifat jangka panjang dan sangat merusak perkembangan anak. Korban berisiko mengalami trauma psikologis, gangguan kecemasan, depresi, serta rendahnya kepercayaan diri. Tidak sedikit korban yang kesulitan membangun hubungan sehat di masa depan akibat pengalaman tersebut.

Selain dampak psikologis, child grooming juga dapat berujung pada eksploitasi seksual, penyebaran konten intim tanpa persetujuan, hingga pemerasan atau sextortion. Perkembangan teknologi membuat pelaku semakin leluasa melancarkan aksinya jika tidak ada pengawasan yang memadai.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya