PBB Nobatkan Jakarta sebagai Kota Terpadat di Dunia, Depak Tokyo ke Posisi 3

Rani Hardjanti, Jurnalis
Sabtu 29 November 2025 08:48 WIB
PBB Nobatkan Jakarta sebagai Kota Terpadat di Dunia, Depak Tokyo ke Posisi 3
Share :

1. Jakarta (41,9 juta jiwa) 
2. Dhaka (36.6 juta jiwa)
3. Tokyo (33,4 juta jiwa
4. New Delhi (30,2 juta)
5. Shanghai (29,6 juta)
6. Guangzhou (27,6 juta)
7. Manila (24,7 juta)
8. Kolkata (22,5 juta)
9. Seoul (22,5 juta).
10. Kairo. Satu-satunya kota di luar Asia yang menembus 10 besar adalah Kairo, Mesir, dengan populasi 32 juta jiwa.

Sementara itu, São Paulo di Brasil tercatat sebagai kota terbesar di benua Amerika dengan 18,9 juta penduduk, sedangkan Lagos di Nigeria terus tumbuh pesat dan menjadi kota terbesar di Afrika sub-Sahara.

Tantangan Perkotaan

Pertumbuhan cepat Dhaka dipicu arus urbanisasi dari wilayah pedesaan. Banyak warga pindah ke ibu kota untuk mencari peluang atau melarikan diri dari ancaman bencana seperti banjir dan naiknya permukaan laut akibat perubahan iklim.

Jakarta menghadapi tantangan serupa. Diperkirakan seperempat wilayah kota dapat terendam pada tahun 2050. Kondisi ini mendorong pemerintah Indonesia membangun ibu kota baru, Nusantara, di Kalimantan Timur. Meski demikian, PBB tetap memproyeksikan jumlah penduduk Jakarta akan bertambah 10 juta jiwa lagi pada 2050.

Selain ancaman lingkungan, meningkatnya populasi juga menimbulkan persoalan ketimpangan dan keterjangkauan biaya hidup. Awal tahun ini, ribuan warga turun ke jalan menuntut perbaikan kondisi kerja, termasuk para pekerja berpendapatan rendah seperti pengemudi ojek daring dan kurir barang.

Di sisi lain, PBB juga mencatat kondisi kritis di Teheran, Iran, yang kini berpenduduk sembilan juta orang dan menghadapi ancaman kekurangan air bersih.

Definisi Baru Kota Versi PBB

Penilaian terbaru ini menggunakan standar baru yang diterapkan PBB untuk menyelaraskan beragam definisi urbanisasi di berbagai negara.

Dalam standar tersebut, kota didefinisikan sebagai “Aglomerasi bersebelahan" yang terdiri atas blok-blok seluas satu kilometer persegi, dengan kepadatan minimal 1.500 jiwa per kilometer persegi, serta jumlah penduduk sedikitnya 50.000 jiwa.”

PBB menegaskan bahwa laporan ini sebagian besar menggambarkan ukuran kota tunggal, bukan gabungan dua kota yang bersinggungan, kecuali dalam beberapa kasus tertentu.

(Rani Hardjanti)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya