Dalam kesempatan ini, Menteri Kebudayaan turut mencicipi kuliner tradisional khas Garut, burayot, jajanan khas berbahan dasar tepung beras dan gula merah yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) dari Kabupaten Garut.
Masih di kawasan yang sama, Menbud Fadli kemudian melangkah menuju Makam Eyang Embah Dalem Arif Muhammad dan Candi Cangkuang. Menbud Fadli mengatakan, kawasan ini merupakan satu ekosistem dari keharmonisan hubungan di masa lalu.
“Keberagaman, pemahaman pemeluk agama Hindu, Islam, dan juga pemeluk-pemeluk lain bisa hidup dengan damai di sini,” ujarnya.
Candi peninggalan bersejarah agama Hindu ini di dalamnya terdapat patung Dewa Siwa, simbol spiritual masa lalu yang menjadi bukti nyata dari harmonisasi keyakinan di wilayah ini. Menbud Fadli menyampaikan bahwa Candi Cangkuang telah ditetapkan sebagai cagar budaya tingkat kabupaten.
“Ini tentu akan segera kita dorong agar Candi Cangkuang bisa ditetapkan sebagai cagar budaya tingkat nasional,” tuturnya.
Tidak jauh dari candi, Menbud Fadli juga meninjau Museum Situs Cagar Budaya Candi Cangkuang, yang menyimpan berbagai manuskrip dan naskah fiqih berbahasa Arab, informasi arkeologis yang berkaitan dengan candi, serta dokumentasi proses pemugaran Candi Cangkuang.