Menanggapi laporan ini, pihak Grab memberikan komentar di unggahan korban, menyatakan bahwa mereka turut prihatin atas kejadian yang dialami dan telah menerima laporan tersebut untuk ditindaklanjuti. Grab menuliskan:
"Selamat pagi kak, Sebelumnya kami turut prihatin atas kejadian yg dialami. Sbg info, saat ini laporan tsb sdh kami terima & tengah ditindaklanjuti.”
Komentar tersebut pun memicu berbagai tanggapan dari warganet. Beberapa di antaranya menuntut tindakan tegas terhadap driver tersebut. Seorang pengguna TikTok dengan akun @ni** berkomentar, "Pecat!" Sementara akun @ev** menuliskan, "Driver harus di-banned biar nggak bisa ambil penumpang perempuan lagi."
Kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati saat menggunakan layanan transportasi online. Penting bagi pengguna, terutama perempuan dan anak di bawah umur, untuk tetap waspada dan mengetahui langkah-langkah yang bisa diambil jika mengalami kejadian serupa.
Melaporkan insiden pelecehan ke pihak penyedia layanan dan berbagi pengalaman dengan publik dapat membantu mencegah kejadian serupa terjadi pada orang lain.
Dengan semakin banyaknya kesadaran akan isu ini, diharapkan perusahaan transportasi online dapat meningkatkan sistem keamanan mereka demi melindungi para pengguna dari potensi tindakan pelecehan atau kekerasan selama perjalanan.
(Qur'anul Hidayat)