MASYARAKAT modern mulai 'aware' dengan konsep gaya hidup berkelanjutan atau sustainable lifestyle. Itu kenapa kini muncul tisu bambu yang diklaim lebih ramah lingkungan. Menjadi pertanyaan sekarang, apakah klaim tersebut benar?
Menurut laporan MIUTISS, tisu bambu lebih ramah lingkungan ketimbang tisu pada umumnya salah satunya dilihat dari proses pembuatannya.
Tisu biasa diketahui melalui proses pembuatan yang sama dengan pembuatan kertas. Artinya, bahan baku utamanya adalah kayu dan dalam proses pembuatannya, diperlukan banyak sekali air.
"Untuk membuat 3,2 juta ton tisu toilet misalnya, produsen harus menebang sekitar 54 juta batang pohon dan dalam satu roll tisu itu menghabiskan sekitar 140 liter air untuk proses pembuatannya," ungkap laporan tersebut yang diterima MNC Portal.
Jika dikomparasi dengan proses pembuatan kertas, per 1 ton kertas membutuhkan 20 pohon dan lebih dari 90.000 liter air. Bahkan, membutuhkan 1,2 ton batubara dan berbahan bahan kimia lain yang mana itu semua dapat mencemari lingkungan jika proses pembuangan limbahnya tidak diolah dengan benar.
Nah, bagaimana dengan tisu bambu? Tisu bambu diklaim adalah produk tisu inovatif yang dapat menyelamatkan Bumi dari kerusakan lingkungan. Bahan utama pembuatan tisu bambu ini adalah serat pohon bambu alami yang ramah lingkungan.
Bambu yang dipakai diketahui harus memiliki sertifikat dari Forest Stewardship Council (FSC) yang mana sertifikat itu adalah bukti bahwa bahan baku yang digunakan berasal dari hutan yang dikelola secara bertanggung jawab dan berkelanjutan.
"Tisu bambu sendiri memiliki serat yang kuat, sehingga gak mudah robek. Itu menjadikannya pilihan yang nyaman dan tepat untuk dipakai sehari-hari," kata CEO MMI Mengky Mangarek, dalam keterangan resminya.
Satu hal lain yang perlu diketahui adalah tisu bambu gampang terurai. Ini tentunya meminimalisir limbah di Bumi. "Tisu bambu diklaim 100% dapat terurai dengan baik, karena terbuat dari serat pohon bambu," jelas Mengky.
So, itu dia informasi terkait perbedaan antara tisu biasa dengan tisu bambu. Semoga informasi ini bermanfaat. "Artinya, tisu bambu dapat dikatakan tidak menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan," tambahnya.
(Martin Bagya Kertiyasa)