Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Segera Hentikan Kebiasaan Pakai Tisu Kering Habis Buang Air Besar, Ini Alasannya!

Tiara Putri , Jurnalis-Senin, 30 Oktober 2017 |20:20 WIB
Segera Hentikan Kebiasaan Pakai Tisu Kering Habis Buang Air Besar, Ini Alasannya!
Tisu toilet (Foto: Readers Digest)
A
A
A

BILA Anda memasuki toilet umum, beberapa di antaranya pasti menyediakan tisu. Kebanyakan orang biasanya akan menggunakan tisu untuk mengelap dudukan toilet atau alas duduk. Di Amerika, tisu toilet digunakan untuk mengelap anus seusai buang air besar. Hal ini mungkin terdengar menjijikan, tapi begitulah adanya. Bahkan tak sedikit orang yang mengikuti kebiasaan tersebut.

Menurut seorang ahli, kebiasaan mengelap anus dengan tisu kering harus dihentikan karena itu benar-benar tidak menghilangkan kotoran. Jutaan orang berjalan dengan anggapan bahwa anus mereka bersih hanya dengan mengelapnya. Padahal itu tidaklah benar. Coba saja Anda oleskan coklat di atas papan kayu lalu mengelapnya dengan handuk kering, pasti masih ada yang menempel. Untuk menghilangkannya, Anda memerlukan handuk kering.

Begitu juga dengan menghilangkan kotoran dari anus. Tak heran beberapa orang memilih untuk menggunakan tisu bayi atau tisu basah saat pergi ke toilet untuk buang air besar. Alternatif lain yang ditawarkan adalah penggunaan bidet seperti yang sudah dilakukan oleh negara seperti Jepang, Italia, dan Yunani. Bidet mengeluarkan air yang bisa membersihkan anus usai buang air besar.

Penggunaan tisu basah atau bidet bisa mencegah terjadinya masalah kesehatan seperti anal fissure dan wasir. Anal fissure adalah celah di antara lapisan rektum yang bisa menyebabkan pendarahan atau rasa sakit ketika buang air besar. Biasanya penyakit ini akan sembuh sendiri 8-12 minggu. Jika Anda mengalami hal ini, Anda harus berhati-hati saat membersihkan anus karena bisa menyebabkan iritasi.

Sedangkan wasir adalah pembengkakan vena dan rektum bawah dan terkadang sulit untuk diobati. Biasanya untuk mengobati penyakit ini dokter akan memberikan resep krim atau obat-obatan tertentu.

Selain itu, penggunaan bidet dan tisu basah bisa mencegah terjadinya infeksi saluran kemih. Kebanyakan orang yang menggunakan tisu untuk mengelap anus akan menarik dari belakang ke depan. Hal itu memungkinkan bakteri masuk ke tubuh melalui uretra, terutama pada perempuan. Bakteri tersebut dapat menginfeksi saluran kemih. Demikian seperti yang dilansir dari Daily Mail, Senin (30/10/2017).

(Dinno Baskoro)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement