Agen BRILink Jangan Pegang Banyak Uang Cash
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus mendorong jumlah Agen BRILink terus bertambah, termasuk di BRI Regional Office (RO) Jakarta 1. Untuk BRI Kantor Cabang (KC) Jakarta Tanjung Priok menargetkan jumlah agen BRILink hingga Desember 2024 sebanyak 2.894 agen.
“Berdasarkan data 28 Maret 2024, tercatat sebanyak 2.230 Agen BRILink di KC Jakarta Tanjung Priok. Kami menargetkan hingga Desember 2024, sebanyak 2.894 Agen BRILink. Ada target 664 Agen BRILink yang harus dicapai,” ucap Pimpinan Cabang BRI Kantor Cabang Jakarta Tanjung Priok Bayu Adityo kepada Okezone.com di kantornya, Jalan Yos Sudarso No 1, Jakarta Utara, baru-baru ini.
Pimpinan Cabang BRI KC Jakarta Tanjung Priok Bayu Adityo. (Foto: Tuty Ocktaviany)
Dengan banyaknya Agen BRILink, kata Bayu, pihaknya terus melakukan edukasi dan pendampingan. Terutama soal keamanan bagi Agen BRILink.
“Agen BRILink yang melebihi transaksi normal hariannya dia, bisa setor ke unit atau mesin setor tunai. Yang dia pegang, operasional hari ini. Mereka yang tahu kapasitasnya,” kata Bayu.
Dia menyarankan, Agen BRILink jangan pegang banyak uang cash. Hal itu untuk menjaga keamanan, karena minset orang uangnya besar.
“Kalau ada biaya, bisa pasang kamera CCTV untuk pengamanan. Untuk antisipasi juga dari Agen BRILink,” ucapnya.
Terkait jam kerja Agen BRILink, kata Bayu, tidak ada ketentuan. Menurutnya, masing-masing Agen BRILink lebih tahu kondisi di lapangan.
“Ketika ada kedala teknis, Agen BRILink bisa melapor ke petugas BRI. Misalnya transaksi gantung tanggal sekian, biasanya dilaporin. Kami akan tindaklanjuti. Termasuk jika ada kendala pada mesin Electronic Data Center (EDC) mereka,” katanya.
Menurut Bayu, kehadiran Agen BRILink di tengah masyarakat semakin meningkatkan iklusi keuangan.
“Posisi Agen BRILink itu perpanjangan tangan dari BRI Unit. Nasabah tidak perlu datang ke kantor BRI lagi, tetapi bisa datang ke Agen BRILink,” katanya.
Dengan datang ke Agen BRILink, kata Bayu, nasabah tidak perlu antre seperti di bank.
“Kalau ke bank, orang suka mikir bersihnya. Itu terjadi bagi mereka yang kerja di pasar. Mereka kan apa adanya. Kalau harus mandi dulu, ribet. Jadi, mereka memilih ke agen aja,” ucapnya.
Menurut Bayu, konsep dari Agen BRILink itu mendekatkan ke konsumen sehingga mudah dijangkau.
“Terutama masyarakat yang jauh dari ATM dan kantor BRI, tentu lebih memilih ke Agen BRILink. Belum lagi, mereka harus mengeluarkan ongkos bensin dan parkir,” katanya.
Masyarakat yang menjadi Agen BRILink bisa juga mendapatkan keuntungan. Mereka bisa menikmati fee dari profesi ini.
“Satu orang bisa lebih dari satu kali melakukan transaksi. Bisa melakukan pembayaran pulsa, listrik, dan lainnya. Bisa transfer dan tarik tunai,” ucapnya.
Semakin banyak transaksi dari nasabah, tentu keuntungan yang didapatkan oleh Agen BRILink akan menyesuaikan. Inilah tantangan bagi para Agen BRILink untuk menggaet nasabah sebanyak-banyaknya.
“Agen BRILink yang sukses biasanya sudah dipercaya oleh masyarakat sekitar,” katanya.
(Tuty Ocktaviany)